
Kebaya sering dikaitkan dengan Hari Kartini, atau acara wisuda, dharma wanita, dan upacara pernikahan tradisional. Sebenarnya, kebaya telah mengalami evolusi hingga mencapai ragam kreasi modern. Kebaya tak lagi tampil dengan gaya tradisional yang kaku beku. Kebaya dapat juga terlihat seksi dan glamor tanpa kehilangan cita rasa etnik.
Kami masih mempertahankan tradisi payet sebagai aksen terbaik dari kebaya, namun payet yang dipilih merupakan payet kecil-kecil yang mutunya paling tinggi serta membutuhkan kesabaran dalam menjahit payet tersebut satu demi satu di kebaya rancangannya. Hasilnya detail berupa bordir, payet dan batu-batu berkilau yang membalut seluruh kebaya. Rancangan ini menimbulkan kesan mewah dan formal. "Hal inilah yang mengubah image orang kalau kebaya itu modelnya begitu-begitu saja.
Pilihan warna didominasi warna emas yang berpadu warna-warna alam seperti cokelat, abu-abu, dan hijau. Karena semua dari bahan yang berkualitas tinggi dan dikerjkan secara detail dengan tangan. Secara keseluruhan, keanggunan dari bentuk siluet dari kebaya tetap memberi kesan anggun dan sensual bagi pemakainya pada era modern ini.
Modifikasi Modern
Saat ini, keberadaan kebaya bukan lagi menjadi busana yang old fashioned, apalagi telah mengalami banyak modifikasi yang modern dan menjadi sesuatu yang anggun dan terlihat berwibawa.Dengan tema klasik elegan, terjadi perpaduan antara kelembutan bunga dan kemilau kristal, yang menjadikan masterpiece-nya kali ini begitu indah dan memesona. Tentunya membuat pemakai tampil laksana Srikandi Indonesia abad modern, dalam balutan kebaya sebagai salah satu warisan budaya leluhur.

0 komentar:
Posting Komentar